Oleh: deprasya | 8 Oktober, 2008

Tulus

Saya tidak akan berbicara banyak…

hanya ingin menyampaikan sesuatu yang membahagiakan namun tak bisa diungkapkan dengan banyak kalimat ketika kita mengalaminya.

Rasanya melegakan sekali ketika kita bisa ikut merasakan kebahagiaan orang lain, walau mungkin hanya dengan melihat orang lain tersenyum bahagia.
Dan menyenangkan rasanya ketika kita dapat menyampaikan kabar gembira kepada orang lain hingga wajah orang tersebut berseri-seri.. Dan menyejukkan rasanya ketika kita dapat melihat orang lain mendapat keberkahan..

Subhanallah, ketika matahari masih bisa bersinar terang mari terangi hati kita dengan pikiran yang positif dan terbuka.. :)

Oleh: deprasya | 10 Agustus, 2008

Work Of Heaven,

One moment lost and passing me by

Fielding me from my own destiny

Talking away my Pride cracking me into pieces… making me like a fool

So now I stand here with this conviction… reaching for perfection

I put my life at stake for any reason… it’s time for turning back

Even getting my soul, Even getting my self

Although I’ve been hurt and thing have fallen, shattering before my eyes

I know i have something inside of me.. and that’s what make me strong

From this moment on I’ll live

From this moment I’ll stand

From this moment on I’ll be the best I can be

—–Piyu, Padi. World Cup 2002

Oleh: deprasya | 10 Agustus, 2008

Laron Bersayap Patah yang Terus Berusaha Terbang

[Ruang Kotak bersisi putih berlantai hitam. Di tengah kotak ada makhluk berwarna merah muda dan bersayap memandang atap dan mengucap mantra, namun sayang tidak bisa terbang juga. Dia diputari oleh makhluk lain berwarna biru tua, berjalan ke kanan ke kiri tak henti-henti. Di Pojok kotak ada mahkluk berwarna hijau tua, berjongkok dengan tatapan ke bawah dan menulis sesuatu di lantai]

Bukan salahnya jika ia terlahir dalam keluarga biasa,

dengan kehidupan yang tak kalah sederhana

Bukan salahnya bila ia terlahir dengan IQ dan EQ pas-pasan

Bukan salahnya jika ia sulit mendapat pekerjaan yang bisa mencukupi kehidupannya dengan layak

Bukan salahnya ketika ia harus berkutat dengan file-file lamaran pekerjaan yang tak kunjung membuahkan panggilan,

demi masa depan keluarga impiannya

terus ia berusaha, sekeras otaknya berpikir

dan tetap dengan senyuman syukur yang menyimpan kekhawatiran.

Seketika ia menangis,

bukan meratapi nasib, karena nasib juga tidak salah

hanya lelah, karena ia makhluk biasa yang merindukan lapang dan bahagia.

Sayang aku hanya bisa mendo’a karena aku tak punya kuasa

kemarilah, ungkapkan semua rasa izinkan tangan ini berbuat sebatas aku bisa

Mendekatlah, sebelum jauh mencari solusi perbaiki lagi catatan kita

karena jawaban itu ada di sini

karena Ia Satu Dzat yang mengabulkan pinta mendekat saat kau mendekatinya

tak akan lagi ada resah dan semoga kelelahan itu akan segera sirna

bila fana adalah bagian dari jiwa, bukan ruh untuk dunia.

Oleh: deprasya | 10 April, 2008

RIVAL

Kemutuk asap membubung mengudara

Bukan dari rokok ataupun cerobong pabrik-pabrik

 

Tabuh perang tlah dipukul dengan begitu keras !

Waspadalah  !!

Musuh kita telah menyerbu dari berbagai penjuru

Mengalir dari lembah-lembah, gunung, dan dusun

Merangsuk melalui mata, telinga, dan nafas

Mengikuti aliran darah,

Merembes dalam eritrosit juga hemoglobin

Tatkala tibalah ia ditempat paling sensitive…hati dan hipotalamus manusia

 

Melalui tayangan film mereka sebarkan tipu muslihatnya

Melalui musik mereka bisikkan ajakan busuknya

Melalui radio mereka gencarkan kebohongannya

 

Waspadalah !!

Mungkin mereka tengah mengincar iman kita

Waspadalah !!

Mungkin mereka sudah menjangkiti orang-orang sekitar kita

Waspadalah !!… karena mereka musuh terbesar umat manusia

de_prasya,2006©

Oleh: deprasya | 6 April, 2008

I’ll be Missing U

Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ingatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkanku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Mungkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janji-Nya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasih-Nya

Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah gelita hadirlah cahaya

Diselamanya
(“Untukmu Teman”, By Brothers)

Special untuk teman, kawan, dan sahabatku di BPK & BPKP yang  dah penempatan dan akhirnya kita harus berpisah untuk waktu yang tidak sebentar :

“SELAMAT BERJUANG, MENGABDI PADA NEGERI TERCINTA PENUHI IKRAR SETYA DI AWAL KITA TAPAKI KAMPUS TERCINTA. TUNJUKKAN BAHWA KITA BUKAN TANPA HARGA DIRI BUKAN PULA TIDAK TAHU ETIKA. TETAPLAH BERSIKAP SANTUN, KARENA SIKAP MENGHORMATI BUKAN LANTAS MENJADIKAN KITA MUDAH TERBELI”

“DI MANA RANAH KITA BERADA, ADALAH PADA  SATU AREA. INDONESIA !!”

 

aku pasti kan merindukan kalian,, 

Oleh: deprasya | 26 Maret, 2008

EBA, Bapepam-LK Peduli UKM

Efek Beragun Aset (EBA) merupakan salah satu alternatif pembiayaan di industri keuangan Indonesia. EBA dinilai cukup baik dalam rangka pengelolaan risiko oleh UKM di Indonesia. Hl itu dikatakan oleh A Fuad Rahmany, Ketua Bapepam-LK, akhir pekan lalu. EBA adalah surat berharga yang terdiri dari sekumpulan aset keuangan. Aset ini berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial. Seperti tagihan kartu kredit, pemberian kredit, termasuk kredit kepemilikan rumah, kredit mobil, efek bersifat utang yang dijamin oleh pemerintah dan arus kas. Kumpulan aset ini menjadikan aset yang kecil dan tidak berharga menjadi bernilai. Ini juga menyebabkan diversifikasi sehingga mengurangi tingkat risiko. Skuritas aset ini membuat aset-aset ini dapat menjadi sarana investasi bagi investor. Keunggulan EBA antara lain biaya EBA yang murah. Para penerbit EBA akan mengeluarkan biaya yang lebih murah dengan meningkatnya rating atas kualitas piutang yang dijaminkan. Sehingga terjaminnya pasokan arus kas dari EBA yang dapat ditawarkan dengan tingkat pengembalian rendah. Diversifikasi sumber pembiayaan bukan hanya bisa dilakukan oleh perusahaan kecil, tapi juga oleh perusahaan non investasi. Dengan adanya EBA ini, UKM yang sering menghadapi masalah pendanaan secara tradisional akan mendapat pilihan pendanaan yang ramah. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan kunci utama dalam perekonomian suatu negara. Di Indonesia 99 persen perusahaan di Indonesia merupakan kelompok UKM. Kelompok ini juga berperan dalam menyumbang 50 persen produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Masalah yang dihadapi kelompok UKM adalah kurangnya organisasi pendanaan. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) berupaya untuk mencari solusi pendanaan yang dihadapi kelompok UKM. Pembiayaan yang ramah bagi UKM sangat perlu diperhatikan. Menurut data Bapepam-LK hanya 30 persen UKM yang berhasil mengakses pinjaman dari perbankan. Sistem penjaminan kredit dan pembiayaan sangat penting, khususnya bagi UKM yang berisiko tinggi.

Salah satunya adalah meningkatkan akses dan aktualisasi potensi UKM dalam memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pembiayaan UKM.

(Koran Jurnal Nasional)

Sudah saatnya kita peduli UKM peduli sektor riil. InsyaAlloh dengan berkembang pesatnya sektor riil akan mengurangi efek kapitalisme.

Oleh: deprasya | 6 Januari, 2008

Tafakkur, Sebuah Kebutuhan.

bencana.jpg

Hanya mereka yang berpikir secara mendalamlah yang mampu memahami dan berada pada posisi lebih baik dibandingkan makhluk lain. Mereka yang tidak dapat melihat keajaiban dari peristiwa-peristiwa di sekitarnya dan tidak dapat memanfaatkan akal mereka untuk bepikir adalah sebagaimana diceritakan dalam firman Allah berikut:

“Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.” (QS. Al-Baqarah, 2: 171)

“… Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raaf, 7: 179)

“Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” (QS. Al-Furqaan, 25: 44)

Hanya mereka yang mau berpikir yang mampu melihat dan kemudian memahami tanda-tanda kebesaran Allah, serta keajaiban dari obyek dan peristiwa-peristiwa yang Allah ciptakan. Mereka mampu mengambil sebuah kesimpulan berharga dari setiap hal, besar ataupun kecil, yang mereka saksikan di sekeliling mereka.

Tidak diperlukan kondisi khusus bagi seseorang untuk memulai berpikir. Bahkan bagi orang yang baru saja bangun tidur di pagi hari pun terdapat banyak sekali hal-hal yang dapat mendorongnya berpikir.

Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan tentang mereka yang berpikir secara sadar, kemudian merenung dan pada akhirnya sampai kepada kebenaran yang menjadikan mereka takut kepada Allah. Sebaliknya, Allah juga menyatakan bahwa orang-orang yang mengikuti para pendahulu mereka secara taklid buta tanpa berpikir, ataupun hanya sekedar mengikuti kebiasaan yang ada, berada dalam kekeliruan. Ketika ditanya, para pengekor yang tidak mau berpikir tersebut akan menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang menjalankan agama dan beriman kepada Allah. Tetapi karena tidak berpikir, mereka sekedar melakukan ibadah dan aktifitas hidup tanpa disertai rasa takut kepada Allah. Mentalitas golongan ini sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an:

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?”

Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?”

Di banyak ayat dalam Alqur’an, pernyataan seperti, “Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”, “terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal,” memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah, dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut untuk direnungkan.

Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?”

Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?”

Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kamu mengetahui?”

Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu (disihir)?”

“Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.” (QS. Al-Mu’minuun, 23: 84-90)

SUDAHKAH KITA BERTAFAKKUR HARI INI ?

SEMOGA MATA, TELINGA, DAN HATI KITA SENANTIASA DAPAT MELIHAT, MENDENGAR, DAN MERASA…

(referensi: www.harunyahya.com)

Oleh: deprasya | 6 Januari, 2008

Indera Utama

 

070054b.jpg Bukan sepasang telinganya melainkan tuli pendengaran ruhaninya

Bukan sepasang matanya melainkan buta penglihatan batinnya

Bukan mulutnya melainkan cahaya hati membisu dalam dadanya

 

Ciptaan yang tuli, bisu, buta

Berusaha menmangkap Kebenaran Esa Pencipta dengan pikiran belaka

 

Pikiran terbatas dalam menyerap awal-akhir dimensi empat

Indra terbatas dalam menyarap batas-batas jagad raya dimensi tiga

Kebenaran Esa Pencipta melampaui khazanah tersembunyi dimensi sembilan

 

Maka putus asalah hati hidup dalam kekecewaan kebimbangan

Tiada yang dapat beri petunjuk kecuali ALLOH Yang Maha Pencipta menghendaki

 

Tiada yang dapat mendayagunakan sepenuhnya daya tersembunyi ketiga karunia Ilahi

Kecuali insan-insan yang suci lahir-batinnya, ikhlas mentaati segala firman-Nya.

 

(Sumber: Wiyoso Hadi,MBA., Akselerasi Jiwa: Catatan Harian Membuka Hati)

Oleh: deprasya | 15 Desember, 2007

Buat Semua…

Semoga semua yang kita kata tidak hanya retorika
inilah cambuk sebagai komitmen atas jalan yang telah kita pilih,

semoga amanah ini tetap terjaga

karena sesungguhnya segala yang kita ucap dan kita ungkap akan dimintai pertanggungjawabannya,,

maka jadikan sarana yang ada sebagai jalan mencipta kemanfaatan.

Oleh: deprasya | 15 Desember, 2007

Dan ternyata hidup itu bukan tentang bagaimana tertawa dan menangis, tapi lebih pada

bagaimana tersenyum…

mengapa merenung…

dan,

jalan mana yang akan kita tempuh…. !!

Tulisan Sebelumnya »

Kategori